Peningkatan Akses Informasi dan Visibilitas Institusi Melalui Penguatan Kolaborasi Lintas Profesi

Ditulis oleh atin, Pada tanggal 2016-12-02


              

                Perkembangan teknologi dan perubahan gaya belajar civitas akademika di institusi pendidikan saat ini turut memberikan dampak pada perpustakaan, terutama di perpustakaan perguruan tinggi. Dampak yang terlihat adalah sentuhan teknologi yang dihadirkan di perpustakaan untuk membantu manajemen, layanan, dan diseminasi informasi agar lebih cepat dan efisien. Selain itu, langkah perpustakaan untuk menghadirkan teknologi adalah keputusan yang tepat diambil oleh manager perpustakaan agar mampu mengimbangi tuntutan dari user yang menginginkan layanan cepat, tepat dan tak terbatas. Tuntutan selanjutnya di era keterbukaan informasi saat ini adalah pemberian akses secara fulltext pada skripsi, tesis, disertasi maupun karya-karya ilmiah yang dipublikasikan pada portal perpustakaan. Pemberian akses secara fulltext ini juga harus disikapi secara bijak oleh institusi-institusi pendidikan.

                Mengaplikasikan teknologi dan inovasi berbasis teknologi tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pustakawan, akan tetapi tentulah ada kolaborasi antar unit-unit yang berkaitan, dalam hal ini setidaknya ada 3 elemen yang berkaitan erat dengan munculnya teknologi informasi di perpustakaan yaitu pustakawan, SDM Information Technology, dan Dosen.  Kolaborasi tersebut juga menjadi tema seminar nasional kepustakawanan bertajuk “Kolaborasi Lintas Profesi untuk Peningkatan Akses Informasi dan Visibilitas Institusi” yang pada tanggal 30 November 2016 diadakan di perpustakaan pusat Universitas Gadjah Mada dengan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten dibidangnya. Ketiga narasumber tersebut adalah Ismail Fahmi, Ph.D seorang konsultan Perpustakaan Nasional RI dan Inisiator Indonesia One Search, Widyawan, Ph.D merupakan Direktur DSSDI UGM sekaligus staf pengajar DTETI FT UGM, kemudian narasumber ketiga yaitu Arif Surachman, MBA yang berprofesi sebagai pustakawan UGM menduduki jabatan sebagai kepala bidang database&jaringan perpustakaan UGM.

                Ismail Fahmi Ph.D sebagai narasumber pertama memaparkan beberapa hal yaitu Indonesia One Search, Knowledge Graph, Natural Language Processing (NLP), dan Peluang Baru bagi Pustakawan. Beliau mengungkapkan, Indoensia One Search adalah portal yang dibangun untuk mengajak reporitory perpustakaan perguruan tinggi seluruh indonesia bergabung menjadi satu dalam portal tersebut membentuk akses satu pintu untuk konten-konten yang terdapat dalam repository yang bergabung.

“kendala selama ini yang menyebabkan perpustakaan belum memberikan akses secara fulltext pada karya ilmiah yang dimilikinya adalah 2 hal yakni ketakutan apabila karyanya di plagiat, dan yang kedua adalah khawatir apabila karyanya merupakan hasil plagiat” ungkap Ismail Fahmi.

Disinilah peran pustakawan sangat penting dalam menganalisis fulltext karya masing-masing institusi dan membandingkan dengan institusi lain. Peran pustakawan akan semakin penting dalam mengelola dan menganalisa repositori pengetahuan.

           Selanjutnya, pembicara kedua yaitu Widyawan, Ph.D menuturkan bahwa peran dari unit bidang teknologi informasi universitas adalah penyediaan infrastruktur yang dibutuhkan oleh perpustakaan dalam penerapan teknologi informasi. Beliau juga menyinggung tentang webometric berkaitan dengan konten dalam perguruan tinggi dimana perpustakaan menjadi pihak yang sangat penting dalam penyediaan konten berkualitas. Permasalahan publikasi karya ilmiah yang bisa diakses secara fulltext menurut beliau bisa diatasi dengan pertimbangan bahwa apakah penelitian tersebut memiliki sumbangan dalam perkembangan keilmuan, dan peran pustakawan disini adalah melakukan kurasi terhadap karya ilmiah yang akan dipublikasikan berdasarkan rekomendasi dari dosen terkait.

Sebagai pembica dari pihak pustakawan yakni Arif Surachman, MBA memaparkan tentang Big Issues di Era informasi yakni akses dan diseminasi, literasi, kemanan data dan big data. Ketiga elemen yakni pustakawan, SDM IT, dan dosen sangat penting melakukan kolaborasi dalam menghadapi big issues di era informasi saat ini.

“Bicara kolaborasi adalah bicara untuk bergerak bersama-sama ketiga elemen pustakawan, SDM IT, dan dosen seperti roda yang harus bergerak bersama untuk kemajuan institusi” ungkapnya.

    Selanjutnya, Arif Surachman mengungkapkan bahwa dalam pengembangan sistem informasi perpustakaan, SDM IT harus memahami proses bisnis yang terjadi di perpustakaan dengan menterjemahkan bahasa IT kedalam bahasa bisnis perpustakaan. Dalam lingkup institusi, menurut Arif, pustakawan harus dilibatkan dalam pengelolaan informasi universitas, bukan hanya terbatas pada buku.

 

Seminar dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab. Peserta yang hadir sangat antusias dalam sesi ini, karena dibatasi waktu maka setidaknya hanya ada 7 (tujuh) penyanya yang bertanya kepada tiga narasumber. Jumlah peserta dalam seminar ini sebanyak 30 peserta dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dengan peserta terjauh dari Universitas Andalas, Jambi. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang juga turut hadir diwakili oLeh Atin Istiarni, SIP. Peserta yang hadirbukan hanya berlatar belakang sebagai pustakawan saja. Akan tetapi, seminar hanya dibatasi untuk kalangan perguruan tinggi disesuaikan dengan materi yang dipaparkan. Seminar berakhir pada pukul 13.00 ditutup dengan foto bersama Narasumber, Peserta dan Panitia.

Materi seminar dari ketiga narasumber bisa di dapatkan di http://pustakawan.lib.ugm.ac.id

Pengunjung


Login Mahasiswa
New Arrival
Pengumuman